Lompat ke isi utama

Berita

Sasar 50 Persen Suara Pemilih Pemula, Bawaslu Kaur Gelar Konsolidasi Demokrasi di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Wasi Kaur

Sasar 50 Persen Suara Pemilih Muda, Bawaslu Kaur Gelar Konsolidasi Demokrasi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Wasi Kaur

Bawaslu Kaur Gelar Konsolidasi Demokrasi di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wasi Kaur


 

BAWASLU KAUR - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kaur sukses menggelar agenda "Konsolidasi Demokrasi" di lingkungan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al-Wasi Kaur. Langkah strategis ini diambil mengingat dominasi pemilih pemula di Kabupaten Kaur yang kini mencapai kisaran 50 persen dari total suara.

Kegiatan dibuka oleh Koordinator Sekretariat (Korsek) Bawaslu Kaur Sisanto, S.sos dalam pengantarnya. Ia berpesan agar mahasiswa STIT dapat tumbuh menjadi anak daerah yang membanggakan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Kabupaten Kaur di masa depan. Kemudian dilanjutkan sambutan hangat dari Anggota Bawaslu Kaur, Titi Firda Kusni, S.H.I. Dalam penyampaiannya, Titi Firda mengapresiasi keramahtamahan pihak kampus. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar STIT Al-Wasi Kaur. Kami merasa sangat terhormat telah disambut dengan sangat layak dan luar biasa bagus," ungkapnya.

Ketua STIT Al-Wasi Kaur, Dr. Juliansyah, M.Pd.I menyambut baik konsistensi Bawaslu yang terus menjadikan kampus sebagai mitra sejak tahun 2022. "Demokrasi adalah tugas kita semua. Tugas mahasiswa dalam belajar, penelitian, dan pengabdian tentu harus ada bimbingan untuk mengontrol serta mengawasi jalannya demokrasi," ujar Juliansyah.

Acara inti diisi dengan pemaparan materi oleh Anggota Bawaslu Kaur, Hendra Gunawan, S.Kom yang bertindak sebagai narasumber utama. Dalam sesi literasi demokrasi, Hendra menjelaskan alasan kuat mengapa Bawaslu memilih STIT Al-Wasi sebagai pusat konsolidasi.

"Mahasiswa adalah forum yang kritis dan memegang teguh Tri Dharma Perguruan Tinggi. Seringkali dalam tahapan pemilu, masyarakat justru lebih tahu kondisi lapangan dibanding penyelenggara. Karena itulah, keterlibatan mahasiswa sangat vital," jelas Hendra.

Hendra Gunawan juga menekankan pentingnya literasi demokrasi bagi mahasiswa mengingat partisipasi pemilih pemula di Kabupaten Kaur sangat mendominasi. "STIT sangat dekat dengan Bawaslu sebagai mitra di perguruan tinggi. Dengan angka pemilih muda yang mencapai 50 persen, mahasiswa harus dibekali pemahaman yang kuat untuk menjaga integritas suara mereka," tambahnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis. Para mahasiswa memanfaatkan forum ini untuk berdialog langsung mengenai tantangan pengawasan di lapangan dan teknis pencegahan pelanggaran pemilu.

Melalui konsolidasi dan diskusi ini, Bawaslu Kaur berharap mahasiswa dapat menjadi agen pengawasan partisipatif yang aktif dalam mengawal kualitas demokrasi di tingkat akar rumput, memastikan proses politik berjalan jujur dan bermartabat.

Humas